Tugu Air Kota Banda Aceh Foto dan Kondisi Tahun 27 Agustus 2007

Tugu Air Kota Banda Aceh Foto dan Kondisi Tahun 27 Agustus 2007
Tugu Air Kota Banda Aceh Foto dan Kondisi Tahun 27 Agustus 2007


Makam Syiah Kuala (05 September 2007)

Makam Syiah Kuala (05 September 2007)
Makam Syiah Kuala (05 September 2007)
Makam Syeich Abdurrauf Bin Ali Alfansuri Assingkili (Syiah Kuala)
"Selamatkan Jangan Sampai Jatuh Ke Laut"

Makam Syiah Kuala (05 September 2007)
Makam Syiah Kuala (05 September 2007)

Makam Kandang XII (Date Taken 29 Agustus 2007)

Makam Kandang XII (Date Taken 29 Agustus 2007)
Makam Kandang XII (Date Taken 29 Agustus 2007)

Makam Kandang XII (Date Taken 29 Agustus 2007)
Makam Kandang XII (Date Taken 29 Agustus 2007)

Lonceng Cakra Donya (28 Agustus 2007)

Lonceng Cakra Donya (28 Agustus 2007)
Lonceng Cakra Donya (28 Agustus 2007)

Lokasi Pertama Kota Bandar Aceh Darussalam

Lokasi Pertama Kota Bandar Aceh Darussalam, Gampong Alue Naga Kec. Syiahkuala
Lokasi Pertama Kota Bandar Aceh Darussalam, Gampong Alue Naga Kec. Syiahkuala

Gedung Bank Indonesia di Kota Banda Aceh (2006)

Gedung Bank Indonesia di Kota Banda Aceh (2006)
Gedung Bank Indonesia di Kota Banda Aceh (2006)

Gedung Bank Indonesia di Kota Banda Aceh (2006)
Gedung Bank Indonesia di Kota Banda Aceh (2006)

Sejarah PLTD Apung I Kota Banda Aceh

Sejarah PLTD Apung I Kota Banda Aceh:
Dikarenakan banyak menara transmisi listrik dari Sumatera Utara ke Aceh ditebang oleh pihak-pihak pemberontak pada masa konflik maka masalah kekurangan listrik di Banda Aceh menjadi sangat krusial sehingga PLN menempatkan Kapal Generator Listrik untuk mensuplai kebutuhan listrik di Banda Aceh melalui jalur laut. 
(Sumber: http://www.bandaacehkota.go.id/6/89Objek_Wisata.html#.U1CDAGKSyiA, diakses tanggal 18 April 2014).
Kapal PLTD Apung I adalah salah satu kapal yang terhempas sejauh lebih kurang 5 km dari kawasan pelabuhan Ulee-lheu hingga sampai ke Kelurahan Punge Blang Cut. Kapal PLTD Apung I mempunyai berat 3.600 Ton terhempas berkeliling mengikuti arah ombak tsunami dan akhirnya terdampar di sebelah Masjid Subulussalam Kelurahan Punge Blang Cut Kecamatan Jaya Baru Kota Banda Aceh.

Pada Hari minggu (26/12/2004) pukul 07.00 WIB, kapal pembangkit listrik berkapasitas 10 Mega Watt ini membuang sauh di Pelabuhan Ulee Lheue untuk mengisi bahan bakar.
Saat kapal berlabuh, gempa hebat melanda Aceh. 30 menit berselang, air laut surut sekitar 1,5 kilometer, Kapalpun miring dan Awak kapal panik. Enam dari tujuh awak kapal berhamburan melarikan diri dan yang satu tertinggal karena sedang tidur. Tak lama kemudian, air laut yang surut berubah ganas. Datanglah gelombang besar yang dikenal bernama tsunami menyeret kapal sampai ke lokasinya saat ini. Enam orang yang meninggalkan kapal menjadi korban dan satu yang tertinggal di kapal selamat.

Menurut warga sekitar terdamparnya Kapal Apung I tersebut juga berdampak pada kerusakan rumah-rumah disekitarnya sebagai akibat benturan dan tertabrak hempasan jangkar kapal yang menyapu hampir semua jalan yang dilaluinya. Kapal PLTD Apung I berbadan besi dan memiliki 3 lantai yang masing-masing lantainya dimaksimalkan untuk penyediaan mesin pembangkit listrik berbahan bakar solar dengan bantuan air laut sebagai pendingin dan peredam getaran jika mesin-mesin tersebut difungsikan secara maksimal.

Dokumentasi PLTD Apung Foto Keadaan Tahun 2008 (date taken: 12 Februari 2008):
PLTD Apung Foto Keadaan Tahun 2008 (date taken: 12 Februari 2008)
PLTD Apung Foto Keadaan Tahun 2008 (date taken: 12 Februari 2008)

PLTD Apung Foto Keadaan Tahun 2008 (date taken: 12 Februari 2008)
PLTD Apung Foto Keadaan Tahun 2008 (date taken: 12 Februari 2008)

PLTD Apung Foto Keadaan Tahun 2008 (date taken: 12 Februari 2008)
PLTD Apung Foto Keadaan Tahun 2008 (date taken: 12 Februari 2008)

PLTD Apung Foto Keadaan Tahun 2008 (date taken: 12 Februari 2008)
PLTD Apung Foto Keadaan Tahun 2008 (date taken: 12 Februari 2008)

PLTD Apung Foto Keadaan Tahun 2008 (date taken: 12 Februari 2008)
PLTD Apung Foto Keadaan Tahun 2008 (date taken: 12 Februari 2008)